Platform & Toko Online8 menit baca

MTARGET Email Tidak Terkirim? Cara Setting SPF & DKIM

Jika email marketing Anda melalui MTARGET tidak sampai ke Inbox pelanggan, masalahnya kemungkinan besar terletak pada konfigurasi SPF dan DKIM. Panduan ini menunjukkan cara mengaturnya dengan benar sehingga email Anda diterima oleh Gmail, Yahoo, dan provider lainnya.

Banyak bisnis di Indonesia menggunakan MTARGET untuk menjalankan kampanye email dan WhatsApp marketing. Namun, tidak jarang pengguna MTARGET menghadapi masalah: email mereka tidak terkirim ke Inbox pelanggan, malah masuk ke folder Spam atau bahkan tidak sampai sama sekali. Penyebab utamanya? Konfigurasi SPF (Sender Policy Framework) dan DKIM (DomainKeys Identified Mail) yang belum diatur dengan benar. Kedua protokol ini adalah standar keamanan yang wajib dipenuhi oleh Gmail, Yahoo, dan provider email besar lainnya. Artikel ini menjelaskan cara mengatur SPF dan DKIM di MTARGET sehingga email Anda benar-benar sampai ke tangan pelanggan.

Mengapa Email MTARGET Tidak Terkirim?

Sebelum membahas solusi, penting memahami akar masalahnya. Email marketing melalui platform seperti MTARGET mengandalkan domain pengirim (sender domain) untuk membangun reputasi. Jika domain Anda tidak dikonfigurasi dengan benar, server penerima (Gmail, Yahoo, Outlook) akan mencurigai email Anda:

  • Tidak ada catatan SPF? Provider menganggap siapa saja bisa mengirim email atas nama domain Anda.
  • Tidak ada DKIM? Email tidak terverifikasi secara kriptografi.
  • Spam rate tinggi? Gmail dan Yahoo akan mengirim email ke Spam atau bahkan menolaknya.

Di Indonesia, mayoritas pengguna menggunakan Gmail (terutama melalui Google Account untuk Android) dan Yahoo Mail (legasi, tapi masih banyak pengguna). Kedua provider ini sangat ketat terhadap reputasi pengirim. Tanpa SPF/DKIM, deliverability Anda akan jatuh drastis.

Memahami SPF dan DKIM

SPF (Sender Policy Framework)

SPF adalah catatan DNS yang memberitahu server penerima email: "Server-server ini boleh mengirim email atas nama domain saya." Contohnya adalah v=spf1 include:mtarget.com ~all. Record ini berarti domain Anda mengizinkan mail server MTARGET untuk mengirim email atas namanya, dan pengirim lain tidak diizinkan (soft fail).

DKIM (DomainKeys Identified Mail)

DKIM menambahkan tanda tangan digital pada setiap email yang dikirim. Tanda tangan ini diverifikasi menggunakan public key yang tersimpan di DNS. Dengan DKIM, penerima tahu email benar-benar dari domain Anda, bukan palsu.

Mengapa Keduanya Penting?

Kedua protokol ini bekerja sama melindungi reputasi domain Anda dan memastikan email tidak dianggap sebagai phishing atau spoofing. Gmail dan Yahoo mewajibkan keduanya untuk sender yang mengirim volume tinggi ke inbox mereka.

SPFMemberi tahu penerima siapa yang boleh mengirim email dari domain AndaDKIMMenambahkan tanda tangan digital pada setiap emailDMARCMemberikan laporan dan kebijakan jika autentikasi gagal
SPF, DKIM, dan DMARC bekerja bersama memastikan email terautentikasi dan terpercaya

Langkah-Langkah Setting SPF di MTARGET

  1. Login ke Dashboard MTARGET dan Verifikasi Domain
    • Masuk ke dashboard MTARGET.
    • Cari menu "Settings" atau "Pengaturan Email/Sender".
    • Pilih "Verify Domain" atau "Tambah Domain Baru".
    • Masukkan domain Anda (misalnya: bisnis@toko.com → domain = toko.com).
  2. Salin SPF Record dari MTARGET
    • MTARGET akan menampilkan SPF record yang harus Anda tambahkan ke DNS.
    • Record ini biasanya berbentuk: v=spf1 include:mtarget.com ~all
    • Salin teks persis seperti yang ditampilkan.
  3. Masuk ke Control Panel Domain Anda
    • Akses hosting Anda (Niagahoster, IDwebhost, atau registrar domain lainnya).
    • Buka DNS Management atau Zone Editor.
    • Cari record type "TXT".
  4. Tambahkan SPF Record ke DNS
    • Buat record TXT baru dengan Name/Host = @ dan Value = Paste SPF record dari MTARGET.
    • Simpan (Save).
  5. Verifikasi SPF di MTARGET
    • Kembali ke dashboard MTARGET.
    • Klik "Verify" atau "Check SPF".
    • MTARGET akan memeriksa DNS Anda. Jika berhasil, status berubah "Verified ✓".

Catatan Penting:Perubahan DNS record memerlukan waktu 24–48 jam untuk tersebar ke seluruh internet (propagasi DNS). Jangan panik jika verifikasi gagal di jam pertama.

v=spf1 include:mtarget.com ~allVersi SPF yang digunakanOtorisasi server MTARGET untuk mengirim emailSoft fail untuk pengirim lain yang tidak terdaftar
Contoh SPF record untuk MTARGET dan artinya

Langkah-Langkah Setting DKIM di MTARGET

  1. Generate DKIM Key di MTARGET
    • Di dashboard, cari "DKIM Settings" atau "Email Authentication".
    • Klik "Generate DKIM" atau "Create DKIM Record".
    • MTARGET akan membuat sepasang public/private key untuk Anda.
  2. Salin Public Key DKIM
    • MTARGET menampilkan DKIM record dalam format DNS TXT.
    • Biasanya terlihat seperti: v=DKIM1; k=rsa; p=[panjang string publik key]
    • Salin seluruh string dengan teliti.
  3. Tambahkan DKIM Record ke DNS
    • Di DNS manager hosting Anda, buat record TXT baru.
    • Name/Host: Biasanya default._domainkeyatau mtarget._domainkey(sesuai instruksi MTARGET).
    • Value: Paste public key DKIM dari MTARGET.
    • Simpan.
  4. Aktifkan DKIM di MTARGET
    • Kembali ke dashboard, klik "Verify DKIM" atau "Enable DKIM".
    • Tunggu verifikasi selesai (bisa hingga 24 jam).
  5. Periksa Status DKIM
    • Status akan berubah dari "Pending" menjadi "Verified" setelah DNS tersebar.

Kesalahan Konfigurasi yang Sering Terjadi

  • SPF Record Ditulis Salah:Menambahkan spf1tanpa prefix v=atau menghilangkan ~all. Solusi: Selalu copy-paste record dari MTARGET, jangan ketik manual.
  • DKIM Key Tidak Selesai Dipropagasi:Memverifikasi DKIM terlalu cepat, sebelum 24 jam berlalu. Solusi: Tunggu setidaknya 24 jam, atau gunakan DNS propagation checker untuk memastikan record sudah tersebar.
  • Menambahkan SPF Record di Subdomain yang Salah:Email dikirim dari no-reply@newsletter.toko.com, tapi SPF record ditambah di toko.comsaja. Solusi: Jika menggunakan subdomain, tambahkan SPF/DKIM di subdomain tersebut juga.
  • Membiarkan Multiple SPF Records:DNS memiliki lebih dari satu TXT record SPF (dari konfigurasi lama). Solusi: Bersihkan record SPF yang lama, hanya satu SPF TXT record per domain.
  • Lupa Mengaktifkan "From Name" yang Jelas:Email dikirim dari alamat yang tidak dikenali atau tanpa identitas bisnis. Solusi: Di MTARGET, pastikan "From Name" diisi dengan nama bisnis yang jelas.

Cara Memastikan Email Anda Benar-Benar Terkirim

Setelah mengatur SPF dan DKIM, jangan langsung mengirim kampanye besar. Lakukan testing terlebih dahulu untuk memastikan konfigurasi Anda benar:

Testing Gratis Sebelum Kampanye Masal
Gunakan free inbox placement testuntuk mengirim email test melalui MTARGET ke seed addresses. Tool ini akan menunjukkan email Anda masuk Inbox atau Spam di setiap provider, plus verifikasi SPF/DKIM dan screenshot rendering di device sebenarnya. Langkah ini paling efektif untuk mengatasi masalah deliverability sebelum pelanggan Anda terganggu.
  1. Gunakan Free Inbox Placement Test
    • Kirim test email melalui MTARGET ke seed addresses yang disediakan oleh service testing.
    • Lihat folder tujuan email (Inbox, Spam, Promotions) di Gmail, Yahoo, dan provider lain.
    • Periksa verifikasi SPF/DKIM dan screenshot rendering di setiap provider.
  2. Periksa Spam Score dan Red Flags
    • Beberapa tool menawarkan spam scoring detail.
    • Pastikan email tidak dipenuhi tanda red flag seperti terlalu banyak link, warna aneh, atau subject line misleading.
  3. Monitor Complaint Rate di MTARGET
    • Di dashboard MTARGET, perhatikan metrik "Spam Report" atau "Complaints".
    • Jika rate tinggi setelah kampanye hidup, review content dan subject line Anda.

Berapa lama waktu untuk SPF/DKIM terverifikasi di MTARGET?

DNS propagation memerlukan 24–48 jam untuk tersebar ke seluruh internet. Namun, beberapa provider email bisa mengenali perubahan dalam hitungan jam. Jika setelah 48 jam masih belum terverifikasi di MTARGET, periksa apakah record DNS sudah benar-benar tersimpan dengan benar (gunakan digcommand atau online DNS checker). Jangan lupa clear browser cache sebelum refresh halaman verifikasi.

Apakah DMARC juga perlu diatur untuk MTARGET?

DMARC (Domain-based Message Authentication Reporting & Conformance) adalah lapisan tambahan untuk monitoring. Gmail dan Yahoo tidak mewajibkannya, tapi merekomendasikan minimal p=noneuntuk mendapatkan laporan pengiriman lebih detail. Jika MTARGET menyediakan DMARC configuration, gunakan untuk visibility lebih baik terhadap deliverability kampanye Anda.

Email saya masih masuk Spam padahal SPF/DKIM sudah terverifikasi. Apa sebabnya?

SPF/DKIM hanya menjamin autentikasi domain, bukan isi email. Jika content email mirip spam (banyak hyperlink, warna mencolok, subject line clickbait, atau urgency language), Gmail/Yahoo tetap akan mengirim ke Spam folder. Lakukan A/B testing pada subject line dan content Anda. Gunakan free inbox placement test untuk melihat screenshot email di folder Spam dan pelajari alasan penyaringannya.
Artikel terkait
Found this useful? Share it
AB
Tentang penulis
Artem Berezin
B2B Deliverability Specialist

B2B deliverability specialist with 5+ years of hands-on outreach experience. Built campaigns reaching 90,000+ inboxes across 20+ countries — and fixed the deliverability problems that came with that scale.

Periksa deliverability Anda di 20+ penyedia email

Gmail, Outlook, Yahoo, GMX, ProtonMail, dan lainnya. Tangkapan layar inbox asli, SPF/DKIM/DMARC, penilaian filter spam. Gratis, tanpa daftar.

Jalankan tes gratis →

Tes tanpa batas · 20+ kotak masuk · Hasil langsung · Tanpa akun